Langsung ke konten utama

Kisah: Maduku,, Maafkanlah aku!


Saat itu ketika maduku dek Lirna melahirkan disusul kemudian aku juga melahirkan, wahhh Dinda maduku sangat sibuk sekali mondar-mandir kesana -kemari,memenuhi setiap kebutuhan kami,juga membersihkan apa-apa yang kotor dirumah kami,betapa capeknya aku membayangkan,belum lagi dia juga harus mengajar.
saat badan nya capek,keseimbangan badan pun juga menurun,maduku dinda di bentak oleh suami,karena menjatuhkan gelas kenang-kenangan dari sahabatnya, kata-kata kurang baik juga keluar dari mulut suami.
Dinda maduku langsung duduk bersimpuh dengan buliran-buliran air mata,kemudian maduku minta maaf lalu pergi mengajar ke majlis.
Malam itu udara begitu dingin, dan dimalam itu juga terakhir kalinya aku menatap wajah maduku yang sendu.
Maduku dinda datang kerumah sambil membawa seplastik bungkusan lemmet, enak sekali.
Wajahnya seperti bercahaya ,lain dari hari-hari biasa,malam itu maduku dinda juga terlihat cantik,meski tanpa make up.
Dengan kata-kata yang selalu terdengar santun dia bertanya.” Yunda, apakah aku pernah membuat hati yunda sedih? ,” tersentak kaget aku dengan pertanyaan dinda maduku itu,lalu dia terus melanjutkan kata-katanya.”
Wanita yang tercipta sebagai pelengkap dan pelipur lara bagi seorang laki-laki,entah selama aku jadi istri Abi,apakah aku sudah melayani dia dengan sebaik dari pelayanan yang paling baik, aku tidak pernah tahu,karena Abi tidak pernah menegurku belakangan ini, yunda ,,sampaikan maafku kepada Abi jika nanti beliau pulang,dan aku juga minta maaf kepada yunda jika ada salah kata dan tingkah laku yang tidak berkenan dihati yunda,sampaikan maafku kepada dek lirna juga,sekarang aku pulang dulu yunda terimakasih banyak atas semuanya, assalamu’alaikum…,”
Esok hari nya hingga matahari di ujung kepala, dinda maduku tak kunjung kerumahku,biasa nya pagi-pagi sekali dia datang kerumah membantu aku melayani anak-anak dan bersih-bersih rumah.
Aku menyuruh suami untuk datang kerumah maduku dinda,dan ketika suami telah disana ,suami mendapati maduku dinda dalam sujud berbalut mukena telah meninggal dunia. Suami pingsan taksadarkan diri terlebih setelah menemukan buku diari milik dinda, maduku….
Bismillah…..
Inilah aku dan kehidupanku, aku tahu dunia hanya singgahan sementara dan alam yang kekal abadi tengah menunggu, inilah aku dan kehidupanku,setiap taqdir yang tergores tidak luput dari hikmah didalamnya,
Aku perempuan lemah dengan segala kekurangan mengharap suatu keberkahan yang bisa membuat rumah tangga kami dalam limpahan rahmat MU ya Rabb. mungkin aku masih belum pantas dikarunia seorang anak, ini taqdir yang mesti aku jalani, walau terkadang hati menangis ,merintih mendamba seorang anak yang bisa menjadi kebanggaan orang tua,
Inilah aku dan kehidupanku, aku perempuan lemah yang setiap yang ada didiri dan jiwaku adalah atas kendali MU, lalu apakah aku salah jika Aku tidak bisa menumbuhkan janin dalam rahimku?
Aku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu,aku tidak punya apa-apa,aku bukan apa-apa dan aku perempuan yang papa, tanpa rahmat MU ya Rabb, tidak mungkin aku bisa bertahan sampai detik ini, betapa aku sangat bersyukur setiap kebahgian yang datang dalam keluarga kami, ENGKAU obati rasa rindu memiliki anak dengan hadirnya bayi-bayi mungil dari rahim maduku.
Sungguh ENGKAU maha tahu,Engkau tidak memberi apa yang kami minta,namun ENGKAU memberi apa yang kami butuhkan, Rabb ampuni aku saudari-saudari ku terlebih suamiku yang aku cintai, dia tidak bermaksud begitu,dia tidak sengaja tidak memperdulikan aku,
Engkau MAHA tahu ya Rabb.
Setelah ini aku berharap semoga suamiku labih baiklagi terhadap saudari-saudariku. pasti suamiku sangat bahagia memiliki madu-madu seperti mereka yang mampu memberikan apa yang dia minta, sekali lagi inilah taqdir MU ya Rabb, aku lebih bahagia disisi MU bertemu kekasi-kekasih MU,semoga suami ku Ridha dengan kepergian ku, Aamiin Ya Rabb…..
Dinda…..Masih banyak lagi tulisan-tulisan dalam diari maduku namun suami tak mampu lagi membaca tiap lembar-lembar isinya,suami ,aku dan maduku dek lirnah sangat merasa bersalah telah memperlakukan maduku dinda tidak adil, sungguh rasa bersalah itu mengiringi hari-hari kami,tapi kami ridha dan Semoga Allah subhanahu wata’ala,memberi kelapangan kepada kami semua,dan mengampuni dosa-dosa kami,semoga kami bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi ,, Aamiin….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Ulang Tahun al-Munawwariyyah

Ada kalanya kerinduan bukan kepada seseorang melainkan pada suatu tempat yang memiliki nilai kebermaknaan dalam sejarah hidup kalian. Berawal dari ketidaksengajaan untuk mengenal siapa kalian? Dari mana asal tempat tinggalnya? Sampai bagaimana lika-liku kepribadian diri kalian sehari-hari tentu awalnya bukan menjadi prioritas awal kalian untuk mondok.  Bukan berlagak sok tau, apalagi menggurui. Tapi, kenyataan yang ada dibenak diri kalian masing-masing terlihat ketika ditanya “apa tujuan belajar di pesantren?” pasti pertama kali akan menjawab “untuk menuntut ilmu”. Cerita ini bermula saat kalian dipertemukan di pesantren al-Munawwariyyah. Entah kapan hari, tanggal dan tahunnya. Namun, tempat yang satu ini memiliki kesan berbeda dibenak kalian saat disebut nama ‘al-Munawwariyyah’ akan muncul perasaan bangga dan serasa tempat tersebut hadir dalam ingatan kalian. Cerita-cerita lama yang mulai pudar karena terkikis oleh perjalanan waktu seketika hadir mengingatkan ...

Tidak terkenal di Bumi tapi terkenal di Langit

Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan. "Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan. Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwa...

True Love Never End; Cinta Sejati Tak Pernah Berakhir

Ada yang berkata; Cinta adalah perpanjangan kasih sayang Tuhan untuk semua umatnya. Namun, justru disaat dua orang saling mencintai kotak-kotak pembeda menjadi hal yang menbuat kita tersesat. Seperti kata Bernard BatuBara dalam novel surat untuk Rud mewakili suara hati beduh. "Satu hal yang ingin kutanyakan padamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta namun ditakdirkan untuk tidak bersama. Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktu telah usai dan perpisahan ini harus terjadi. Apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu kita bersama?". Selagi ada cinta tidak perlu lagi ada pertanyaan! Jadi, lanjutkan!. Toh perjalanan cinta sejati tidak akan pernah berjalan mulus. Bukankah sejarah dunia menunjukkan bahwa tidak ada romantika kehidupan jika tidak ada resiko. Jadi, jika bisikan hatimu mengatakan bahwa di balik bukit sana ada seseorang yang menantimu dengan setia, menghargai apa arti cinta, maka te...