Langsung ke konten utama

Reoni adalah kreasi

 Beberapa waktu lalu ada peristiwa yang mencoba membuktikan tentang kebenaran sebuah ungkapan “Reoni adalah sebuah misteri”. Disadari atau tidak sebenarnya mereka telah terpancing oleh pernyataan tersebut dan oleh sebab itu tulisan ini mencoba menarik kembali pernyataan yang menyatakan reoni adalah sebuah misteri.

Sebelum panjang lebar membicarakan reoni ada baiknya mereka melihat pada diri mereka sendiri. Yah betul, mereka adalah orang-orang hebat yang mampu mengalahkan sifat ego yang ada pada dirinya. Meluangkan sedikit waktu kesibukannya, meninggalkan segala aktifitas yang berhubungan dengan kemaslahatan dirinya atau bahkan mengorbankan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa dan santri adalah pembuktian bahwa mereka memang benar-benar menginginkan sebuah perjumpaan. Tak akan mungkin suatu keinginan terwujud tanpa disertai usaha dan pengorbanan. Jikalau ada keinginan tidak disertai usaha itu berarti khayalan.

Adapun pernyataan yang cocok buat mereka kali ini ialah ‘reoni adalah kreasi’. Mereka para kreator adalah orang-orang yang memiliki daya inovasi untuk bergengsi, untuk merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin; mengganti anggapan nihil menjadi berhasil. Mereka bukan cuma sekedar kreator (seorang yang memiliki kreasi) namun lebih dari itu mereka jua seperti malaikat yang turun ke bumi untuk menebar kenyamanan bagi teman-temannya. Mereka mampu menjadi sandaran disaat temannya membutuhkan tempat bersandar, tangannya kokoh menompang segala permasalahan : cacian, hinaan, rasan-rasan semua itu bak permen nano-nano yang memiliki banyak rasa tapi sekali lagi seorang teman mampu memberikan satu rasa yaitu kekeluargaan.  

Dengan satu rasa tersebutlah serasa bisa merangkul menjadi satu, tidak ada istilah musuh, tidak ada istilah mantan. Semuanya adalah keluarga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Ulang Tahun al-Munawwariyyah

Ada kalanya kerinduan bukan kepada seseorang melainkan pada suatu tempat yang memiliki nilai kebermaknaan dalam sejarah hidup kalian. Berawal dari ketidaksengajaan untuk mengenal siapa kalian? Dari mana asal tempat tinggalnya? Sampai bagaimana lika-liku kepribadian diri kalian sehari-hari tentu awalnya bukan menjadi prioritas awal kalian untuk mondok.  Bukan berlagak sok tau, apalagi menggurui. Tapi, kenyataan yang ada dibenak diri kalian masing-masing terlihat ketika ditanya “apa tujuan belajar di pesantren?” pasti pertama kali akan menjawab “untuk menuntut ilmu”. Cerita ini bermula saat kalian dipertemukan di pesantren al-Munawwariyyah. Entah kapan hari, tanggal dan tahunnya. Namun, tempat yang satu ini memiliki kesan berbeda dibenak kalian saat disebut nama ‘al-Munawwariyyah’ akan muncul perasaan bangga dan serasa tempat tersebut hadir dalam ingatan kalian. Cerita-cerita lama yang mulai pudar karena terkikis oleh perjalanan waktu seketika hadir mengingatkan ...

Tidak terkenal di Bumi tapi terkenal di Langit

Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan. "Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan. Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwa...

True Love Never End; Cinta Sejati Tak Pernah Berakhir

Ada yang berkata; Cinta adalah perpanjangan kasih sayang Tuhan untuk semua umatnya. Namun, justru disaat dua orang saling mencintai kotak-kotak pembeda menjadi hal yang menbuat kita tersesat. Seperti kata Bernard BatuBara dalam novel surat untuk Rud mewakili suara hati beduh. "Satu hal yang ingin kutanyakan padamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta namun ditakdirkan untuk tidak bersama. Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktu telah usai dan perpisahan ini harus terjadi. Apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu kita bersama?". Selagi ada cinta tidak perlu lagi ada pertanyaan! Jadi, lanjutkan!. Toh perjalanan cinta sejati tidak akan pernah berjalan mulus. Bukankah sejarah dunia menunjukkan bahwa tidak ada romantika kehidupan jika tidak ada resiko. Jadi, jika bisikan hatimu mengatakan bahwa di balik bukit sana ada seseorang yang menantimu dengan setia, menghargai apa arti cinta, maka te...